Rabu, 19 Agustus 2009

Hadi Sutjipto: Saya Tak Minat Tahta W-1


oleh Prima Sp Vardhana

PEMILIHAN Bupati (Pilbup) Sidoarjo baru berlangsung pertengahan 2010 mendatang, ternyata atmosfer persaingan sudah menghangat. Para calon yang telah mengikrarkan diri akan maju dalam bursa calon bupati, yaitu Wakil Bupati Sidoarjo. H. Syaiful Ilah dan Ketua Partai Demokrat Sidoarjo H. Sarto. Ataupun yang malu-malu kucing seperti yang ditunjukkan permaisuri Bupati Sidoarjo Hj. Emy Susanti Hendrarso, ternyata masing-masing secara tersirat sudah mempromosikan diri dan melempar strategi. 

Beragam teknik promosi dan strategi (prostrat) sudah dilempar para pemburuh tahta W-1 itu ke masyarakat. Sebagian berhasil membuat posisi masing-masing kian populer di masyarakat, tapi ada pula yang membuat orang lain kerepotan. Posisi Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kab.Sidoarjo, H. MG Hadi Sutjipto SH., MM., misalnya.

Gara-gara salah satu harian lokal di Surabaya merilis namanya dan beberapa nama pejabat struktural di Pemkab, juga ancang-ancang untuk mengikrarkan diri ikut bursa suksesi tahta W-1. Tak pelak lagi Hadi Sutjipto pun menjadi bahan buruan para kuli isket. Lebih mengesalkan lagi, dia harus repot membantah ucapan selamat yang disampaikan para koleganya. 

”Gara-gara digosipin ikut maju ke bursa perebutan W-1, saya akhir-akhir ini jadi repot membantah ucapan selamat para koega,” gerutu mantan Kepala Dinas Infokom Kab. Sidoarjo ini saat dikonfirmasi Tribun Online, Selasa (18/8).

Gosip tentang minatnya ikut Pilbup Sidoarjo pada 2010 mendatang, menurut ia, sebuah kabar yang tidak benar dan tidak jelas juntrungnya. Kabar itu diletupkan siapa pun untuk mengocok peta persaingan para kandidat yang sudah mengikrarkan diri, sehingga mereka merasa lawan berebut tahta W-1 bertambah.

Kendati gossip itu tidak merugikan posisinya sebagai pejabat struktural Pemkab, tapi secara moral sangat merugikan privasinya. Sebab ia harus kerepotan akibat gossip tersebut. Selain itu, karena ia merasa namanya dicatut oknum usil untuk memuluskan rencananya dalam bursa Pilbup. Karena itu, pria ramah ini bertekad melacak harian lokal yang membuatnya kerepotan. Juga, oknum usil yang meletupkan namanya sebagai sosok yang ingin meramaikan bursa Pilbup.

”Soal sikap apa yang akan saya lakukan pada media lokcal dan oknum usil tersebut, biar waktu yang menentukan. Saya maafkan kelakuan mereka atau saya tuntut di jaur hukum itu soal nanti,” ujar Hadi Sutjipto bernada serius.

Mengapa sangat kesal dengan gosip Pilbup tersebut. Pria ramah yang gemar bersepatu Adidas ini mengaku, gosip tersebut sangat melukai pribadinya. Selain tak berminat ikut memperebutkan tahta W-1, karena ia merasa tenaganya masih sangat dibutuhkan dunia pendidikan di Sidoarjo. Meningkakan sikap professional para pengajar yang ada di Sidoarjo, misalnya. 

”Obsesi saya tiga tahun kedepan, para guru di Sidoarjo semuanya sudah memiliki sikap professional. Saat kondisi ini telah menjadi atmosfer pendidikan di Sidoarjo, saya yakin setiap tahunnya akan bermunculan deret pelajar teladan yang akan mendongkrak citra daerah di tingkat nasional,” katanya. (vd/pvardhana88@gmail.com)

Minggu, 16 Agustus 2009

PRSI Sidoarjo Optimis Mampu Curi Emas Porprov II


PENGCAB PRSI Sidoarjo optimis para atlet asuhannya mampu mencuri emas dai kolam renang Porprov II di Malang, 5-10 Oktober. Keyakinan itu datang, setelah para pereang Sidoarjo berhasil memperbaiki rekor terbaiknya saat trial test di kolam renang KONI Jatim,  Minggu (16/8).  

Pada nomor bebas 50 meter, Aprilia Nur Mahfud berhasil membukukan waktu 34,72 detik. Catatan itu memecahkan rekor terbaiknya, yaitu 36,19 detik. Pada nomor 200 meter gaya bebas, Mahdi bin Mahfud juga berhasil memecahkan rekor pribadinya. Sebelumnya, catatan terbaik Mahdi adalah 2 menit 12 detik. Dalam trial test lalu, dia berhasil menorehkan catatan waktu 2 menit 10,58 detik. 

Tak hanya di sektor pria, perenang wanita Sidoarjo juga mencatat hasil membanggakan dalam trial test lalu. Olivia Fernandez berhasil menorehkan 2 menit 44 detik pada nomor 200 meter gaya kupu-kupu dan punggung. Catatan tersebut lebih bagus daripada capaian atlet puslatda Okta Januaresta asal Gresik. 

''Hasil dalam trial test lalu membuat kami makin optimistis menyongsong Porprov II nanti,'' kata Sekum PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia ) Sidoarjo Suyanto. ''Dengan latihan yang lebih keras lagi, saya yakin mereka bisa kembali memperbaiki catatan waktu,'' imbuhnya. 

Dalam trial test itu, Sidaorjo hanya mengirimkan delapan di antara sebelas perenang yang disiapkan turun pada Porprov II Malang. Tiga perenang yang absen adalah Zulfikar, Doni Karunia Akbar, dan Maya Anggaraeni. 

Menurut Suyanto, memasuki bulan puasa, para perenang tetap digenjot dengan latihan enam kali dalam sepekan. ''Hanya, jam latihannya dipindah setelah Magrib," jelas pria tersebut. (vd/jap)

Daftar Perenang Porprov Sidoarjo 

PRIA: Mahdi bin Mahfud, Aprilia Nur Perdana, Doni Karunia Akbar, Firdo Septiawan, Alfat Erdianto, Zulfikar, Bagus Zahir, Sofyan Ardiansyah, Feri Andiki. PUTRI: Olivia Fernandes, Maya Anggraeni

Kamis, 13 Agustus 2009

Kader Demokrat Lirik Sidoarjo 1


oleh Rizky Hardiyanto

BUMI Sidoarjo yang dibelit masalah lumpur Banjar Panji akibat keteledoran kerja PT. Lapindo Brantas,. Juga diprediksi beberapa paranormal akan ambles ke bumi dan hilang dari peta Indonesia, ternyata memikat kader Patai Demokrat untu teribat dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) yang kan dgelar taun 2010 mendatang.

Ambisi kader Partai Demokrat pemenang PemilihanPresiden (Pilpres) 2009 yang untuk memimpin Sidoarjo itu diletupkan oleh Ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Kab. Sidoarjo H. Sarto ST sebagaimana banyak dikutip beberap media lokal. 

Menurut pria bertubuh subur ini, ketertarikan Partai Demokrat memimpin Sidoarjo lewat Pilbup 2010 mendatang sebagai langkah untuk menyempurnakan kesuksesan berpolitik, setelah keberhasilan mengantrkan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) kembali meraih tahta Indonesia 1. Dan, keberhasilan kader Demokrat Sidoarjo merebut kursi legislative di DPRD Sidoarjo lewat Pemilihan Legisltif 2009. Demokrat behasil mengantungi 11 kursi yang secara otomatis kader partai yang didirikan SBY itu berhak untuk menduduki kursi pimpinan dewan.

“Dari bukti keberhasilan mengantongi suara terbanyak dalam Pemiihan Legislatif lalu, sudah selayaknya jika kader Demokrat dipercaya untuk memimpin Sidoarjo. Juga diberi kesempatan masyarakat untuk melakukan perubahan pada Sidoarjo yang kondisinya saat ini kian tidak menentu,” kata pengusaha yang tinggal di Brebek, Waru, ini saat dihubungi Tribun, Rabu (12/8).

Kendati demikian pria kelahiran Surabaya tahun 1953 ini, mengaku belum mengetahui tentang sosok kader Demokrat yang akan ditugaskan DPP maupun DPD Jatim untuk maju ke bursa Cabup (Calon Bupati) Sidoajo tahun 2010 mendatang. “Sampai saat ini DPP dan DPD belum membei petunjuk tentang sosok yang didukung untuk maju dala bursa Cabup. Kami kader di Sidoarjo sebagai bawahan akan sumeleh dan selalu mendukung kebijakan pimpinan,” ujar suami dari H. Sri Lestari ini.

Bagaimana jika DPP dan DPD Demokrat Jatim memilih Sarto sebagai kader yang ditejunkan untuk tampil dalam bursa Cabup 2010 nanti. Bapak dari Joanasari ST (kandidat Ketua Fraksi Demokrat di DPRD Sidoarjo) dan Rinto Januar (mahasiswa Fak. Huum Ubara Surabaya) ini mengaku, sip untuk melaksanakan amana yang diberikan pimpinan untuk berjuang habis-habisan dalam bursa Cabup tersebut.

“Saat pimpinan sudah memberi petunjuk tentang sosok yang wajib didukung kader Demokrat di Sidoarjo, maka DPC akan mulai beraksi menggalang pasukan tempur untuk mengantarkan kader tersebut ke kursi Sidoarjo satu,” katanya meberi jaminan.

Tentang peluang kader Demokrat tersebut merebut tahta Sidoarjo 1, Sarto yakin peluag kader tersebut sangat besar. Ini sudah teruji dan terbukti dalam Pileg dan Pilpres 2009. Dalam dua pesta demorasi tersebut suara yang berhasil dijaring Partai Demokrat sangat besar. (riz/tribunonline@gmail.com) 

Rabu, 12 Agustus 2009

Gara-gara Islam, Sharukh Diinterogasi Imigrasi AS


INTEROGASI dan ”penahanan” sekitar dua jam terhadap aktor besar Bollywood, Shah Rukh Khan, oleh imigrasi Amerika Serikat mengundang berbagai kecaman. Khan mengatakan, penyaringan itu sangat diskriminatif dan memalukan.

Hal ini menyebabkan aksi unjuk rasa para penggemarnya di India. Ribuan orang turun ke jalan untuk memperingati Hari Kemerdekaan India. Namun, mereka juga memanfaatkan pawai itu untuk memprotes perlakuan terhadap Khan.

Di wilayah utara India, penggemar Khan yang marah membakar sebuah bendera AS. Setibanya di New Delhi, India, Selasa (11/8), seperti dilaporkan Press Trust of India, Khan membantah bahwa dia menjadikan insiden itu sebagai bahan publikasi tak langsung demi film terbarunya.

Khan memiliki film terbaru, My Name is Khan. Film ini yang mengisahkan diskriminasi yang dihadapi warga Muslim di AS pascaserangan 11 September. ”Saya tidak bermaksud membesar-besarkannya. Shah Rukh Khan tidak memerlukan publisitas,” ujarnya.

Dia membantah anggapan dari beberapa pihak bahwa dia tengah berakting dengan mengangkat interogasi yang dialaminya itu.

Nama Muslim

Khan (43) dipanggil untuk sebuah pemeriksaan khusus di Bandara Internasional Newark Liberty, New Jersey, selama sekitar 90 menit, Jumat (7/8). Tidak dijelaskan mengapa interogasi itu dilakukan. Khan menyimpulkan bahwa hal itu terjadi karena dia memiliki nama Muslim dan berasal dari Asia Selatan.

Pada tahun 2008, majalah Newsweek menyebut dia sebagai bintang film terbesar dunia dan salah satu dari 50 orang paling berpengaruh di dunia di atas Oprah Winfrey, Dalai Lama, dan Osama bin Laden.

Bagi banyak warga India, tidak terpikirkan sama sekali bahwa Khan diperlakukan sama seperti warga biasa. Adalah sebuah kelaziman jika selebriti mendapatkan perlakuan istimewa di bandara. ”Kami tidak boleh diperlakukan atas dasar warna kulit atau kebangsaan,” katanya. Dia menambahkan bahwa banyak pertanyaan yang diajukan. Namun, sangat tidak berhubungan dengan kunjungannya ke AS.

Meski demikian, Khan juga mengakui insiden itu memang telah berkembang keluar dari proporsinya. ”Saya hanyalah manusia biasa dan banyak orang yang harus melalui prosedur seperti ini setiap hari. Hal seperti itu tidak akan berakhir dan kita terpaksa hidup dengan semua itu,” katanya.

Akan kurangi kunjungan

Dia juga mengatakan bahwa aturan soal keamanan, terutama pemeriksaan di migrasi AS, tidak banyak berubah sejak peristiwa 11 September. Khan menyerukan agar pemeriksaan seperti itu perlu diperbaiki sekarang juga.

Kepada para penggemarnya, Khan meminta agar menghentikan aksi protes itu. ”Marilah kita simpan semua ini di belakang kita. Berpikirlah positif dan terus maju,” ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai kunjungannya ke AS, Khan mengatakan dia tetap akan berkunjung ke AS jika memang ada pekerjaan yang harus dikerjakan di sana. Akan tetapi, dia menegaskan akan lebih jarang pergi ke sana.

Banyak warga komunitas India di AS seolah mendapat peluang untuk menyampaikan pengalaman serupa yang dialami mereka.

”Saya telah mengalami apa yang dialami Khan. Anda tentu akan bertanya karena Muslim merupakan warga yang paling sering diperiksa. Mengapa itu terjadi?” papar Tahir Nehmood (28). Dia adalah seorang ahli teknik yang pernah tertahan di Bandara Internasional John F Kennedy, New York.

”Hal itu sangat menyedihkan. Dia (Khan) sangat terkenal. Perlakuan ini tidak benar,” ungkap Ram Iyer (29), pengawas keuangan yang pindah dari Mumbai ke AS pada tahun 2002.

AS pun segera mendinginkan isu ini dengan mengatakan, bahwa Shah Rukh Khan sangat diterima di AS. (vd/kom)

Jumat, 07 Agustus 2009

Belajar dari Pengalaman Mbah Surip


IBARAT mesin mobil, tubuh manusia pun perlu istirahat. Jika terus dipaksa untuk beraktivitas, maka tubuh kita akan mengalami kelelahan. Dampak kelelahan ini adalah gangguan kesehatan secara umum, kambuhnya berbagai penyakit kronis, dan penurunan daya tahan tubuh seseorang. Kelelahan dan stres yang tinggi juga akan sangat mengganggu proses metabolisme dan hormonal dalam tubuh kita.

Kelelahan terjadi karena dipaksanya fisik dan mental kita untuk bekerja secara terus-menerus tanpa istirahat yang cukup. Selain itu, kondisi lingkungan kerja yang tidak sehat, seperti bising, suhu ruangan yang panas, dan asap rokok di dalam ruangan, memperburuk kelelahan yang terjadi itu.

Kondisi ini berakibat serius bagi kesehatan bila diperburuk konsumsi rokok terus-menerus disertai konsumsi kopi berlebihan, suplemen, minuman berenergi mengandung ginseng dan kafein. "Kelelahan berhubungan berbagai gangguan kesehatan, seperti gangguan sistem pencernaan, gangguan sistem jantung dan pembuluh darah, serta penurunan daya tahan tubuh," kata dr Ari Fahrial Syam dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rabu (5/8) di Jakarta.

"Pengalaman dari artis dan seniman kita, termasuk yang terjadi pada almarhum Mbah Surip, membuktikan, akumulasi antara kelelahan, kurang tidur, banyak mengonsumsi kopi, dan merokok terus-menerus mencetuskan terjadinya gangguan akut pada tubuh, di antaranya serangan jantung yang berakibat fatal," ujarnya.


Berbagai penyakit kronis dapat kambuh jika seseorang mengalami kelelahan, antara lain sakit maag, gangguan kejiwaan, asma, kencing manis, hipertensi, stroke, dan serangan jantung.

"Apabila sudah ditemukan adanya gangguan kesehatan seperti mual, muntah, dan sakit kepala disertai nyeri dada, itu adalah peringatan agar kita berhenti beraktivitas untuk mengobati gangguan kesehatan yang telah terjadi. Serangan jantung sendiri sebenarnya bukan terjadi tiba-tiba, tetapi merupakan proses. Faktor risiko untuk terjadinya serangan jantung sebenarnya bisa diidentifikasi," kata dia.

Beberapa pemeriksaan, nilainya hanya diketahui dengan pemeriksaan darah rutin, pemeriksaan urin dan kotoran, pemeriksaan gula darah, kadar kolesterol darah, kadar asam urat, pemeriksaan fungsi ginjal, dan fungsi hati. Selain itu, pemeriksaan tekanan darah penting untuk mengetahui adanya hipertensi. Ia juga mengatakan, pemeriksaan rutin, terutama untuk masyarakat berusia di atas 40 tahun, merupakan hal penting.

Secara khusus, untuk jantung, pemeriksaan EKG saat istirahat dan pemeriksaan treadmil test merupakan screening yang baik untuk mengidentifikasi adanya gangguan jantung. Selain pemeriksaan kesehatan rutin, bagi masyarakat yang memang supersibuk diminta untuk tetap mempertahankan jumlah tidur minimal 6 jam sehari. Ia mengatakan, di mana ada kesempatan untuk beristirahat, maka dianjurkan untuk beristirahat.

"Di sela-sela waktu makan sebaiknya ada makanan yang dikonsumsi, terutama makanan sehat yang tidak mengandung cokelat keju, berlemak, dan juga mengurangi goreng-gorengan. Minum air putih harus tetap dipertahankan sebanyak minimal 2 liter per hari. Lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur-sayuran," ujarnya. Ia menambahkan, di waktu antara makan, baik juga untuk selalu mengonsumsi buah, mengurangi mengisap rokok, minuman bersoda, dan jangan berlebihan minum kopi atau maksimal 2 gelas sehari.

"Suplemen sebaiknya juga jangan dikonsumsi berlebihan, dan sebaiknya minuman berkafein atau mengandung ginseng juga dihindari karena sebenarnya, yang dibutuhkan tubuh saat itu adalah istirahat. Selain itu juga yang terpenting adalah melakukan olahraga secara teratur," tambah Ari. Dengan demikian, kemungkinan kelelahan yang terjadi dan dampak dari kelelahan bisa diantisipasi.

sumber: Kompas

Kamis, 06 Agustus 2009

Zahro Siap Hadapi Istrinya dan Ketua Partai Demokrat Surabaya


Buntut Berita Dugaan Selingkuh (4)


Prof.Dr. Ahmad Zahro Guru Besar IAIN Sunan Ampel Surabaya tidak gentar jika dilaporkan ke polisi gara-gara membeberkan perselingkuhan istrinya Feriyal Naftalin dengan Ketua Partai Demokrat Surabaya Wisnu Wardhana.


Sikap berani Zahro ini karena dia menyakini memiliki bukti dan saksi yang cukup kuat mengenai prilaku istrinya. Bahkan dia juga mengklaim bila menyaksikan perselingkuhan itu sendiri."Saya tidak takut dilaporkan siapapun. Saya justru laporkan mereka pada Allah. Saya punya saksi-saksi amat dapat dipercaya. 5 anak saya, pembantu saya, polisi jamaah saya, jamaah saya, jamaah wanita yang sengaja menguntit, beberapa informan PD, dan terutama saya lihat dan alami sendiri," terang Ahmad Zahro dalam pesan singkatnya kepada detiksurabaya.com, Kamis (6/8/2009).


Menurut Takmir Masjid Agung Surabaya ini dirinya tidak ingin memperkarakan persoalan tersebut. Dirinya tidak mau ada ribut pasalnya dia sudah tidak ingin bersama dengan istrinya. Pria kelahiran Nganjuk ini mengatakan dia belum proses cerai karena masih menjabat dan Pegawai Negeri Sipil.


"Saya tidak mau ribut. Toh saya tidak mau dengan istri saya lagi. Jadi percumakan ribut-ribut. Saya belum proses cerai karena saya masih menjabat dan PNS tidak mudah prosesnya. Sebenarnya saya amat ingin segera cerai, apalagi lima anak saya malah mendorong agar saya segera menceraikan dia," tuturnya.


Dia berharap istrinya yang mengugat cerai. Tetapi sang istri, Feriyal Naftalin kata dia tidak juga melakukan hal tersebut. Status keduanya kata dia dalam status quo. Keduanya sudah pisah ranjang sejak Oktober 2008 lalu. Tapi keduanya masih satu rumah, istrinya membuat kamar sendiri di rumah mereka."Sejak itu dia juga sudah buat kamar sendiri dalam rumah saya. Hebatnya tidak ada satupun mau tidurdengan dia. Yang kecil-kecil tidur dengan saya," ujarnya.


Meski istrinya sudah tidak berhak mendapat nafkah dari dirinya, dia tetap mengizinkannya tinggal dengan alasan kemanusiaan. "Walau dia sudah tidak berhak nafkah dari saya, tapi secara kemanusiaan ya tidak apa-apalah, saya anggap sedekah. Bagi saya keadaan ini memang amat dilematis, tapi saya harus tegar demi anak-anak. Doakan ya," pungkasnya.


Perlu diketahui Wisnu dan Feriyal telah melaporkan koran Surabaya Pagi ke Polwiltabes Surabaya dengan tuduhan fitnah, mencemarkan nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan atas pemberitaan dugaan perselingkuhan yang melibatkan dua kader PD yang tak lama lagi akan dilantik sebagai anggota dewan. Wisnu terpilih sebagai anggota DPRD Surabaya dan Feriyal masuk ke DPRD Jawa Timur.


Sumber Misterius


Berita tudingan perselingkuhan Ketua Partai Demokrat (PD) Surabaya Wisnu Wardhana dengan seorang calon anggota DPRD Jatim Feriyal Naftalin berbuntut panjang. Narasumber yang memberikan informasi di Surabaya Pagi dikejar.


Koran yang dipimpin Tatang Istiawan ini pun dilaporkan dengan tuduhan berlapis.Kuasa hukum Wisnu Wardhana, Moh. Muzayin SH mengatakan pihaknya melaporkan Surabaya Pagi ke polisi karena beritanya pada edisi 4 Agustus telah mencemarkan nama baik, fitnah dan perbuatan tidak menyenangkan.


"Kita ingin nantinya siapa narasumbernya terungkap, sehingga bisa diketahui informasi itu opini atau tidak," kata Mujayin saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (6/8/2009).


Saat ini kata dia yang dilaporkan hanya Surabaya Pagi, sedangkan Prof Ahmad Zahro yang membeberkan dugaan perselingkuhan istrinya dengan Wisnu itu tidak. "Berita Pak Zahro kan baru dimuat setelah tanggal 4 Agustus. Yang kita persoalkan berita tanggal 4 Agustus yang isinya hanya sumber dan sumber itu," tegasnya.


Jika nantinya dalam proses hukum terungkap maka sangat tidak mungkin akan muncul nama lain yang terlibat. "Selain lapor ke polisi, kita juga akan adukan ke dewan pers karena ini menyangkut kode etik jurnalistik," jelasnya.


Sebab kata Muzayin, kedua pihak yang telah dirugikan akibat pemberitaan itu sama sekali tidak melakukan apa yang dituduhkan. "Keduanya tidak melakukan dan tidak ada bukti yang cukup. Kalau lihat semobil masak langsung dianggap selingkuh. Apalagi keduanya satu partai, jadi kan wajar," ujar dia. (vd/detiksurabaya)

Tatang Istiawan Tak Gentar Dilaporkan oleh Wisnu Wardhana


Buntut Berita Dugaan Selingkuh (3)


BOS koran Surabaya Pagi, H. Tatang Istiawan sangat menghargai langkah Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Surabaya Wisnu Wardhana yang lapor ke Polwiltabes Surabaya akibat pemberitaan dugaan selingkuhnya dengan salah calon anggota DPRD Jatim Feriyal Naftalin.


Sebab pemberitaan yang dinilai fitnah oleh Wisnu maupun Feriyal, telah melalui prosedur jurnalistik yang ada. "Saya hargai Pak Wisnu menggunakan jalur hukum," kata Tatang seperti dikutip detiksurabaya.com melalui pesan singkat SMS, Kamis (6/8/2009).


Menurut Tatang pihaknya sudah melakukan wawancara dengan Wisnu, mengkonfirmasi mengenai isu perselingkuhan dengan caleg separtainya Feriyal Naftalin."Kami juga sudah melakukan wawancara dengan Pak Wisnu, setelah sehari sebelumnya. Ketika dikonfirmasi lewat telepon hanya jawab singkat dan langsung menutup teleponnya," ujarnya.


Akibat memuat berita tentang perselingkuhan Wisnu Wardhana tersebut, Koran Surabaya Pagi dilaporkan ke polisi dan dewan pers oleh Ketua DPC Demokrat Surabaya Wisnu Wardhana. Pria yang disebut-sebut kandidat walikota Surabaya ini melaporkan media yang dipimpin Tatang Istiawan ke Polwiltabes Surabaya, Rabu (5/8/2009).


Sikap memilih jalur hukum itu dilakukan Wisnu, karena tidak terima atas pemberitaan tentang tudingan perselingkuhannya dengan Feriyal Naftalin, salah satu caleg Partai Demokrat terpilih dari dapil I untuk DPRD Jatim. Dia menilai pemberitaan itu fitnah. Feriyal adalah istri resmi Prof Dr Ahmad Zahro, guru besar IAIN Sunan Ampel Surabaya. (vd/detiksurabaya)

Feriyal Tak Akan Polisikan Suaminya


Buntut Berita Dugaan Selingkuh (2)


KENDATI suaminya telah menudingnya selingkuh dengan Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Wisnu Wardhana dan membeberkan di media massa, Feriyal Naftalin tak akan melaporkannya ke polisi.


Namun begitu dia sangat menyesalkan tudingan yang menurutnya tanpa bukti itu. "Saya tidak akan melaporkan ke polisi. Hanya koran Surabaya Pagi yang saya laporkan, karena telah merugikan saya. Berita yang ditulis tidak seimbang, foto saya dipasangnya juga," kata Feriyal saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (6/8/2009).


Menurutnya apa yang dituduhkan suaminya itu tidak benar. Hubungannya dengan Wisnu hanya sebatas kawan di partai. Kalau pun jalan bersama masih sebatas normal karena menunaikan tugas partai."Masak satu mobil saja dituding selingkuh. Saat itu saya usai mengikuti acara Bu Murdaya untuk acara partai. Kemudian balik ke kantornya Pak Wisnu untuk ambil mobil saya," katanya berusaha mengklarifikasi.


Bahkan dia mengaku juga mengetahui saat dirinya dibuntuti suaminya. "Saya tahu jika dibuntuti. Saya tidak berbuat apa-apa. Biarlah Allah yang tahu dan menilai," tegasnya.


Infomasi yang beredar, bahkan keduanya akan bercerai. Namun hal itu ditepis Feriyal. Calon anggota DPRD Jatim dari Partai Demokrat yang tak lama lagi akan dilantik ini mengaku bahwa dia berusaha mempertahankan rumah tangganya demi anak-anak. "Tiga anak saya yang sudah besar mondok, sedang yang dua masih kecil-kecil masih bersama saya. Saya tidak pernah meminta cerai, tidak tahu kalau bapak," katanya yang mengaku masih tinggal bersama suaminya meski pisah ranjang itu.


Dilaporkan


Dianggap mencemarkan nama baiknya dan fitnah, Koran Surabaya Pagi dilaporkan ke polisi dan dewan pers oleh Ketua DPC Demokrat Surabaya Wisnu Wardana. Pria yang disebut-sebut sebagai kandidat walikota Surabaya ini melaporkan media yang dipimpin Tatang Istiawan itu ke Polwiltabes Surabaya, Rabu (5/8/2009).


Wisnu tidak terima atas pemberitaan tentang tudingan perselingkuhannya dengan Feriyal Naftalin, salah satu caleg Partai Demokrat terpilih dari dapil I untuk DPRD Jatim. Feriyal adalah istri resmi Prof Dr Ahmad Zahro, guru besar IAIN.


Sayangnya Wisnu saat dikonfirmasi mengenai laporannya ke polisi itu menolak berkomentar dengan alasan kasusnya sudah di kepolisian. "No Comment. Silahkan tanya polisi saja," kata Wisnu saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (6/8/2009).


Pemberitaan dugaan perselingkuhan kader partai pemenang pemilu ini oleh Surabaya Pagi digeber. Termasuk pengakuannya langsung dari Prof Dr Ahmad Zahro. (vd/detiksurabaya)

Rumah Tangga Prof Zahro Terguncang Setelah Istri Terjun ke Politik


Buntut Berita Dugaan Selingkuh (1)


RUMAH tangga Guru Besar IAIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Dr Ahmad Zahro retak setelah istri tercintanya Feriyal Naftalin terjun ke politik. Pria yang juga menjabat direktur pasca sarjana IAIN Sunan Ampel dan takmir Masjid Agung Surabaya ini, mengibaratkan perselingkuhan seperti kentut.


Dugaan perselingkuhan istrinya yang sebentar lagi dilantik menjadi anggota DPRD Jatim, dengan Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Wisnu Wardana itu dibeberkan Ahmad Zahro ke media massa.


Buntut pengungkapannya atas skandal "cinta terlarang" itu, Wisnu dan Feriyal sepakat melaporkan Koran Surabaya Pagi ke Polwiltabes Surabaya. Mereka menganggap berita tersebut sebuah fitnah yang tidak berdasar dan tidak memiliki fakta akurat. "Selingkuh itu kayak kentut. Jelas ada bau dan tidak enak. Pasti ada yang kentut tapi tidak akan ada yang ngaku. Juga tidak ada asap kalau tidak ada api," terang dia melalui SMS.


Dia mengatakan rumah tangga yang dibinanya selama 20 tahun itu hancur. Dirinya pun sangat menyakini kalau orang yang menghancurkan rumahtangganya juga akan hancur. "Yang jelas rumah tangga saya sekarang hancur," katanya dengan nada bergetar.


Takmir Masjid Agung Surabaya ini mengatakan, karier yang dibangunnya juga ikut berakhir karena perselingkuhan tersebut. "Maka saya amat yakin bahwa orang yang sudah hancurkan rumah tangga saya pasti akan dihancurkan Allah. Saya merasa bahwa karier saya juga sudah tamat padahal sayalah yang antarkan karir istri sampai pada posisi saat ini. Tapi justru dia yang hancurkan karier saya," terangnya.


Kendati demikian Direktur Program pascasarjana Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Jombang ini, berjanji dirinya harus tetap survive. Dia harus bisa menikmati hidup bersama lima orang anaknya. Menurut dia ke lima anaknya adalah yang paling tahu perilaku sehari-hari ayah dan ibu mereka. Anak-anaknya juga kata dia saksi dari prahara rumah tangga orangtuanya. Anak-anaknya adalah narasumber paling obyektif dalam kasus tersebut.


"Lima anak saya Alhamdulillah semua pro saya. Merekalah yang paling tahu perilaku sehari-hari ayah dan ibu mereka. Merekalah saksi hidup prahara rumah tangga ini. merekalah korban kelakukan orangtuanya," tandasnya.


Meski kata dia pelaku selingkuh ini tidak mengaku dan marah-marah serta menganggap sebagai berita fitnah. "Walau pelaku selingkuh ini tidak mengaku dan mencak-mencak, bahwa ini hanya fitnah tapi kenyataannya rumah tangga saya hancur karena ulah mereka berdua. Sumber info ini amat valid. saya sendiri, 5 anak, pembantu, dan jamaah saya. Saya tidak ridho," tegasnya.


Hukum Zina


Selain Prof Dr Ahmad Zahro yang amat terpukul atas skandal ini, ternyata Feriyal Naftalin, istri Ahmad Zahro juga mengaku sangat terpukul. Wanita beranak lima ini cukup terkejut ketika dirinya dituring dan dipaparkan suaminya telah berselingkuh dengan Ketua PD Surabaya Wisnu Wardana.


Selain Wisnu, caleg nomor urut 2 dari dapil I untuk DPRD Jatim yang terpilih ini juga telah melaporkan Koran Surabaya Pagi, karena pemberitaan yang dinilainya tidak seimbang itu."Saya sementara ini hanya melaporkan Surabaya Pagi. Yang jelas dari kasus ini saya memilih tawakkal ke Allah," kata Feriyal Naftalin saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (6/8/2009).


Mantan wakil ketua bidang pemberdayaan perempuan DPD PD Jatim yang tak lama lagi akan dilantik sebagai anggota dewan ini menilai pemberitaan dugaan selingkuhnya hanya sebagai ujian. "Sebagai calon anggota dewan ini harus siap. Ini ujian pertama. Yang pertama harus berat. Insya Allah kita diberikan kekuatan untuk menghadapinya," tandas wanita yang saat ini masih tinggal satu atap bersama suaminya itu.


Dia mengaku bahwa isu miring tentang tudingan perselingkuhan sudah didengar sejak proses pemilihan gubernur Jatim Juli 2008 lalu. Dia sangat terhenyak saat isu itu akhirnya muncul di media massa.


Dia membantah semua kabar miring yang dialamatkan dirinya itu. "Amat sangat tidak benar. Wah amat sangat fitnah. Saya ini berjilbab, saya sangat tahu hukumnya tentang Zina," tegas dia yang mengaku dirinya sangat dirugikan pemberitaan tersebut.. (vd/detiksurabaya)

Sabtu, 01 Agustus 2009

Pasuruan Kantongi Tiket Silat Terbanyak

oleh Prima Sp Vardhana


PETA persaingan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porpov) II Jawa Timur cabang olahraga (cabor) pencak silat, dapat dipastikan akan berlangsung ketat dan berimbang. Kondisi yang berpeluang terjadi dalam penyelenggaraan di Malang, 5-10 Oktober, itu terlihat dari hasil Pra-Porpov di Gelora Remaja Jl. Bogen, Surabaya, 29 Juli hingga 1 Agustus lalu.

Dalam kejuaraan yang diikuti 37 kabupaten/kota dengan mempertandingkan 6 kelas putra dan 4 kelas putri di nomor sabung (pertarungan), serta 3 kelas putra–putri di nomor TGR (seni) itu, ternyata kontingen Kab. Pasuruan berkibar sebagai tim terbanyak dalam meloloskan pesilat. Pesilat dari kabupaten pesisir Jawa Timur yang dipimpin Dade Angga ini yang lolos sebanyak 17 atlet. Mereka akan tampil di 12 kelas dengan rincian 7 pesilat tampil di 7 kelas sabung dan 10 pesilat di 5 kelas TGR.

Sedangkan kontingen Kota Surabaya sebagai tuan rumah Pra-Porpov cabor silat hanya menempati posisi kedua dengan meloloskan 16 pesilat yang akan tampil di 10 kelas yaitu 4 pesilat di 4 kelas sabung dan sisanya tampil di 6 kelas TGR.

Sukses tim silat Kab. Pasuruan dalam Pra-Porpov yang meloloskan 180 pesilat itu, diakui Agus Sutiadji, Ketua IPSI Kabupaten Pasuruan, merupakan sebuah kabar menarik yang patut dibanggakan. Namun harus diwaspadai dan dipertahankan sebagai sebuah amanah daerah.

Karena itu, Agus saat dihubungi ponselnya mengatakan, sepulang dari Surabaya para pesilat yang lolos hanya diberi kesempatan recovery tenaga tak lebih dari tiga hari. Selanjutnya 17 pesilat tersebut akan digembleng dalam kamp pemusatan, sehingga skill tanding dan fisik mereka siap duel saat diturunkan dalam arena Porpov di Malang.

“Secara prestise, saya yakin 17 pesilat itu paling tidak mampu mencuri 5 keping emas Porprov. Kendati demikian, kami tidak akan memberi target pada mereka. Kami khawatir beban medali justru akan menjadi bumerang bagi mereka,” ujarnya.

Sedangkan pelatih Puslatda PON 2012 Jatim cabor pencak silat, Karyono disela-sela pertandingan babak perempat final mengakui, sukses kontingen Kab. Pasuruan ini sangat mengejutkan dan diluar dugaan. Demikian pula kegagalan yang dibukukan kontingen Surabaya. Namun hasil ini telah membuktikan, bahwa peta cabor pencak silat di Jatim sangat berimbang.

“Gagalnya Surabaya dalam kejuaraan perebutan tiket Porprov ini harus segera menjadi kajian tim silat Surabaya. Salah satunya hendaknya segera menguba sistem pembinaan atlet dan meningkatkan skill atlet, khususnya terhadap pesilat yang akan tampil di nomor sabung,” ujar pelatih yang pernah mengantarkan timnas silat Brunei Darussalam bekibar di arena Sea Games ini.

Lampu kuning yang dilontarkan terhadap perlunya perbaikan terhadap sistem pembinaan pesilat Surabaya itu, diakui, karena selama tiga hari mengamati penampilan para pesilat remaja yang tampil dalam Pra-Porpov, ia hanya menemukan 4 bibit pesilat potensial yang layak masuk tim bayangan Puslatda Pon 2012. Ironisnya keempat pesilat tersebut bukan berasal dari Surabaya, tapi berasal dari Banyuwangi, pasuruan, Sumenep, dan Jember.

Berdasar hasil pantauan yang dilakukan itu, Karyono menilai, bahwa IPSI Surabaya perlu meningkatkan sistem penggemblengan terhadap para atletnya. Sehingga sisa waktu dua bulan ini dapat digunakan maksimal untuk mengantarkan 16 pesilat yang mengantongi tiket Porprov II mampu mencuri 6 medali emas, khususnya di nomor sabung yang peta persaingannya sangat ketat. (pvardhana88@gmail.com)