Senin, 12 Oktober 2009

Atlet Wushu Jatim Ikut Kejuaraan Dunia

oleh Prima Sp Vardhana


TRIBUN, Surabaya - Tiga atlet wushu dari Jawa Timur bergabung dengan kontingen Indonesia, Progam ini terkait dalam pengiriman tim dalam Kejuaraan Dunia di Toronto, Kanada, yang renananya diselenggakan pada 23-30 Oktober.

Manajer Puslatda Wushu Jatim Pujianto yang ditemui wartawan di Surabaya, Senin (12/10), mengatakan, ketiga atlet yang berangkat ke Kanada, terdiri dari dua atlet nomor shansou yakni Fadzillah Oscar Yakut dan Gunawan, serta atlet Yuliana Kurniawan yang akan tampildi nomor taolo.

Oscar Yakut yang diproyeksikan untuk PON 2012, meraih medali perak pada kejuaraan dunia wushu junior di Bali tahun lalu. Sementara Yuliana Kurniawan yang pernah beberapa kali tampil di ajang internasional, termasuk kejuaraan Asia 2008, diharapkan mampu masuk peringkat 10 besar dunia.

Pada kejuaraan dunia itu, Indonesia rencananya mengirimkan sebanyak 18 atlet, delapan di antaranya turun di nomor taolo dan sisanya mengikuti nomor shansou."Ini kesempatan berharga buat ketiga atlet puslatda tersebut untuk menimba pengalaman sekaligus uji kemampuan. Syukur-syukur bisa meraih prestasi maksimal," katanya.

Menurut Pujianto, sekalipun tidak masuk sepuluh besar, dia berharap event ini mampu meningkatkan kemampuan Yuliana, Oscar Yakut dan Gunawan. Di Toront, Yuliana rencananya berlaga di nomor chang quan, golok dan toya, yang mengantanya sebagai penyumbang medali emas Kontingen Jatim dalam PON 2008 lalu. (rim)

Minggu, 11 Oktober 2009

Bertengkar Membuat Tambah Mesra?

Siapapun orangnya, pasti pernah bertengkar dengan pasangan. Meskipun terkadang menyesakkan, ternyata acara bertengkar pun bisa membuat hubungan berpasangan semakin mesra, lho!



Anda pasti pernah bertengkar dengan pasangan gara-gara hal sepele, dan pergi meninggalkannya saat masih dalam keadaan marah. Pertengkaran bisa terjadi, misalnya, saat Anda dikerling seorang pria tampan, meski tak berarti Anda menanggapi kerlinganya. Atau, Anda suka berbohong kepada pasangan dengan mengatakan, kepala botaknya justru semakin menambah keseksiannya. Terdengar lumrah, bukan? 
 
Bagi orangtua jaman dulu, bertengkar, menggoda, digoda, atau berbohong merupakan kebiasaan yang tak dapat diterima di dalam suatu hubungan. Namun, beberapa pasangan terkadang melakukannya, bahkan pada pasangan yang tampaknya sangat serasi sekalipun. Berita baiknya, kebiasaan yang tak baik ini justru dapat memberikan pengaruh baik bagi hubungan jangka panjang Anda.

Bila Anda ingin tahu bagaimana kebiasaan yang kurang baik ini dapat memberikan pengaruh yang baik bagi hubungan Anda, bacalah beberapa 'penyalahgunaan' cinta yang dapat memperkokoh hubungan Anda berikut ini!

1. Menggoda atau Digoda
Percaya tidak, sedikit menggoda orang yang bukan pasangan sendiri, justru bisa memberikan manfaat pada hubungan Anda berdua. Ego menggoda orang lain bisa membuat Anda merasa seksi dan bersemangat, sama seperti saat pertama kali Anda bertemu dengan pasangan dulu.
Ingat, seiring berjalannya waktu, tak ada lagi hal-hal yang menggetarkan antara Anda dan pasangan. Anda berdua sudah saling terbiasa satu sama lain. Sehingga, menggoda atau digoda orang lain bisa membuat Anda merasa seksi, bergairah, pede, dan menarik.
Manfaat lainnya, Anda bisa membawa perasaan seksi itu ke rumah dan menggunakannya di tempat tidur bersama pasangan. Lagipula, bila pasangan melihat ada orang lain yang mengerling ke arah Anda, akan membuatnya tersadar, Anda merupakan seorang yang menarik. Sekaligus mengingatkannya, betapa beruntungnya dia memiliki Anda.

Namun, kapan acara menggoda atau digoda ini melewati batas? Kuncinya, Anda harus menyadari, bila yang Anda lakukan tak berhasil, bahkan membuat pasangan sangat marah, malu, dan menganggap Anda tak bisa dipercaya, jangan lakukan! Dan jujur kepada diri sendiri, bila Anda menggoda atau digoda, jangan menanggapinya dengan serius. Bila Anda melakukannya dengan serius dan konstan, berarti Anda dalam bahaya.

2. Egois
Berkompromi bukan berarti menemukan jalan tengah yang tepat atas setiap kondisi. Bila ada kata bijak dari suatu hubungan yang kerap kita dengar, pastilah kata "kompromi". Jadi, bagaimana mungkin kita boleh bersikap egois? Kuncinya, kompromi juga bisa berarti saat ini Anda melakukannya 100 persen dengan cara Anda, dan lain kali Anda melakukannya 100 persen dengan cara pasangan Anda. Saat melakukannya dengan cara

Anda, jangan sampai Anda merasa tak nyaman terhadap pasangan.
Sering kali pasangan berpikir, kita harus memberikan bobot yang sama dalam segala hal. Masalahnya, Anda tak memiliki batasan atas apa yang diberikan pasangan. Tentu saja, idealnya masing-masing saling memberikan segala yang dibutuhkan pasangannya. Sering kali apa yang dibutuhkan tak selalu jelas dan pasangan tak selalu mampu membaca jalan pikiran Anda. Itu sebabnya Anda harus menetapkan batasan, apakah pasangan memberikan yang Anda butuhkan ketika Anda memerlukannya atau tidak. Jika ya, terima hal itu sebagai kebahagiaan.

Nikmati juga kesendirian untuk beberapa saat atau mendapat perhatian dan rasa sayang yang tak harus selalu berarti berhubungan seks. Ini bisa menjadi resep atas perasaan kesal dan marah yang muncul pada Anda berdua. Anda bisa memulainya dari sekarang dan tak harus selalu menunggu pasangan memberikan apa yang Anda butuhkan. Mulailah dari hal-hal yang kecil untuk bisa membuat perubahan besar.
Misalnya, bila pasangan tak bisa menemani Anda menghadiri acara ulang tahun teman, pergilah sendiri. Bila pasangan Anda tak bisa memperbaiki keran yang bocor, panggillah tukang ledeng untuk memperbaikinya. Melakukan semuanya sendirian, bisa memberikan rasa puas. Ini jauh lebih baik daripada mengomel atau menggerutu karena pasangan tak bisa melakukannya. Bahkan, ini juga bisa membuat Anda lebih mencintai pasangan, bahagia, dan hubungan menjadi lebih langgeng.

3. Bertengkar
Bertengkar ternyata merupakan salah satu hal tersehat yang bisa Anda lakukan bersama pasangan untuk memupuk kemesraan. Memang betul, pertengkaran yang terjadi terus menerus tak baik bagi cinta Anda berdua. Sebab, tak jarang pasangan khawatir akan kemungkinan efek negatifnya. Mereka khawatir hubungan cintanya akan retak atau takut merasa dirinya menjadi tidak penting lagi bagi pasangannya. Namun, ada satu penelitian yang cukup mengejutkan: "Tidak pernah bertengkar sama buruknya dengan konflik yang konstan". Pada kenyataannya, berdebat merupakan salah satu hal tersehat yang dapat dilakukan Anda berdua.

Memikirkan pertengkaran sama halnya seperti kaca. Terkadang Anda harus membersihkan kaca-kaca itu dari kotoran. Tentu akan tampak berbeda, tetapi setelahnya akan berjalan lebih lancar. Bila Anda menahan rasa marah hingga menumpuk, bisa menyabotase kekuatan hubungan Anda berdua. Harus disadari, setiap pasangan tidak diciptakan sama persis. Salah paham bisa terjadi setiap saat dan tak bisa dihindari. Bahkan, kemarahan yang ditahan-tahan, justru bisa memisahkan Anda berdua. Jadi, lakukan pertengkaran dengan benar.

Bertengkar bisa menjadi alat untuk mempercepat penyelesaian masalah antara Anda berdua. Bertengkar tak selalu menghasilkan kata sepakat, tapi berguna untuk hubungan Anda. Sebab, bisa memperjelas perbedaan yang Anda berdua miliki, sekaligus memberikan solusi. Kunci untuk berargumentasi yang baik, Anda berhak untuk tidak setuju, tetapi harus tetap menghormati pasangan. Penelitian menunjukkan, pasangan yang bertengkar dengan cara mengkritik dan menghina pasangannya, punya kemungkinan lebih besar untuk berpisah atau bercerai. Jadi, Anda hanya harus berargumentasi mengenai masalah yang sama-sama dimengerti oleh Anda berdua, lalu mencari solusinya.

4. Pergi dari Pertengkaran
Ketika Anda bertengkar dengan pasangan, awalnya tampak seperti pertengkaran yang sehat, tapi kemudian jadi memanas. Anda marah dengan suara menggelegar dan mengatakan hal yang sama berulang kali. Jika begitu, hentikan dan tinggalkan! Apalagi, bila pertengkaran semakin memanas, detak jantung dan hormon stres meningkat. Sisi emosional otak Anda menjadi tinggi dan menutup sisi logika, sehingga Anda tak sanggup lagi bertengkar dengan emosi yang terkendali.

Bila salah satu dari Anda sangat marah, pertengkaran bisa jadi salah kaprah dan akhirnya merusak. Begitu Anda mulai membahas masa lalu, luka lama akan terungkit kembali. Di saat-saat seperti ini, Anda tak akan bisa berbicara tenang atau berpikir jernih. Untuk menghindari kata-kata kasar atau melakukan kekerasan fisik, sadari segera dan tenangkan diri Anda. Begitu juga sebaliknya, bila Anda melihat pasangan sangat emosi, sebaiknya Anda bersikap lebih tenang dan minta time out, alias waktu jeda.

Bila pertengkaran Anda sering cepat menghebat, cobalah untuk meredamnya. Buat aturan, bila salah satu dari Anda memberikan tanda time out, hentikan pertengkaran. Tak perlu bertanya kenapa, cukup tenangkan diri saja. Bila sudah larut malam dan Anda merasa sudah waktunya tidur, ya tidurlah. Memang, terkadang Anda berdua jadi harus pergi tidur dalam keadaan marah.

Bila Anda pergi dari suatu pertengkaran, jangan pergi untuk selamanya. Masalah bagi kebanyakan pasangan, bukan karena pertengkaran yang terlalu panjang, tapi justru pertengkaran yang terlalu pendek. Mereka meninggalkan pertengkaran karena sangat marah, tetapi tidak membahasnya lebih lanjut dengan alasan merasa tak nyaman untuk memulainya kembali. Buat komitmen, Anda akan membahas masalahnya lagi bila keduanya sudah tenang dan membicarakannya dengan kepala dingin.

5. "White Lies"
Terkadang, lebih mudah mengatakan white lies, alias bohong halus, daripada mengatakan kebenaran. Namun, hati-hati, kebohongan yang tampaknya baik-baik saja pada awalnya, bisa meledak di kemudian hari. Pasangan Anda mungkin mengatakan, "Tidak, kok, potongan rambut kamu tidak jelek." Atau, "Saya suka sekali masakan kamu, Sayang." Ya, white lies memang lebih mudah diucapkan daripada mengatakan yang sebenarnya. Jika melakukan white lies, Anda tak boleh merasa bersalah, bila ini berhubungan dengan cinta. Toh, kejujuran tak selalu merupakan cara yang terbaik.

Tapi ingat, Anda harus memperhatikan kebohongan yang tadinya tampak baik-baik saja, bisa meledak di kemudian hari. Tidak dibenarkan Anda berbohong untuk menghindari konfrontasi yang memang harus terjadi. Misalnya, Anda berbohong tentang pengeluaran pribadi ketika Anda berdua justru sedang memperketat keuangan, sebab sedang menyicil rumah.

Cepat atau lambat kebenaran akan terungkap. Bukan saja masalah akan meledak, tetapi kecurangan juga akan terjadi. Ini merupakan bagian yang terburuk dalam hubungan Anda berdua. Kecurangan bisa membuat pasangan ragu-ragu dan menganggap Anda tak bisa lagi dipercaya. Jika ingin berbohong, pikirkan saja apa yang layak didengar pasangan dan lakukan dengan "benar" untuknya.(Nova/vd)

Sabtu, 10 Oktober 2009

Syaiful Ilah Hadiri Silatuhrohmi Akbar Muhammadiyah Sidoarjo




Tribun, Sidoarjo - Sekitar seribu warga Muhammadiyah se Kabupaten Sidoarjo, Minggu (10/10) menghadiri acara silatuhrohmi bersama yang di gelar di halaman kantor Pengurus Daerah Muhammadiyah Sidoarjo.
Dalam acara yang di rangkai dengan pengumpulan dana bagi korban gempa Sumatera Barat ini, hadir ketua DPP Muhammadiyah Pusat KH. Dahlan Rais yang juga adik kandung mantan ketua umum Muhammadiyah Prof. Amin Rais.
Sekretaris Pengurus Daerah Muhammadiyah Sidoarjo Drs Abdul Basyid menegaskan, tujuan dari silatuhrohmi keluarga besar Muhammadiyah Sidoarjo ini, untuk menyatukan kembali komitment persyarikatan jamaah Muhammadiyah utamanya menyongsong Muktamar pada Nopember mendatang.
“Dalam acara ini mari kita teguhkan lagi persyarikatan yang sudah kita galang melalui Muhammadiyah,” terang Basyid.
Masih menurut Basyid, yang di maksud dengan penyatuan lagi persarikatan itu, adalah dengan menghormati dan melaksanakan setiap SK yang di keluarkan oleh pimpinan pusat Muhammadiyah.
“Jangan sampai kita berjalan senediri sendiri untuk memutuskan setiap sesuatunya,” tukas Basyid lagi.
Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo H.Saiful Ilah dalam sambutannya berpesan, agar ajang Silatuhrohmi ini bisa dijadikan sebagai wadah memperteguh diri dalam menghadapi segala sesuatu pada masa datang.
“Mari kita teguhkan hati, untuk bersama sama menghadapi hari esok yang lebih baik,” tutur nya. (vd)


’Raja tak Bermahkota’

oleh Boim Mahendra/ Prima Sp Vardhana


USAI sudah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Jawa Timur di Malang. Sebanyak 20 cabang olahraga dipertandingkan dan 188 medali emas 188 perak dan 239 perunggu diperebutkan. Dengan regulasi penyelenggaraan yang berkonsep penggalian bibit atlet untuk Jawa Timur, persaingan mencari yang tercepat terkuat dan tertinggi itu masih mengukukan juara bertahan Kontingen Surabaya kembali memboyong predikat prestisus juara umum.

Ibukota provinsi Jatim itu memang lebih unggul dibandingkan peserta kabupaten atau kotamadya yang lain. Kendati demikian, banyak catatan khusus yang mewarnai pelaksanaan Porprov II selama sepekan ini, 5-10 Oktober.

Predikat prestise juara umum yang memiliki arti gramatikal harus selalu juara dalam segala hal, ternyata predikat itu gagal dilengkapi Kontingen Surabaya. Salah satunya adalah kegagalan mempertahankan medali emas cabang olahraga tergengsi dan terpopuler di dunia ini, yaitu sepak bola. Dalam pertempuran yang banyak menyedot minat itu, Surabaya gagal mengoleksi salah satu medali yang diperebutkan.

Kondisi ini bolehlah disebut sangat memalukan. Sebab dalam Porprov I di Surabaya dua tahun lalu, tim Surabaya dengan jumawanya mampu memboyong medali emas dengan membungkam tim Gresik. Namun yang terjadi dalam Porprov II ini sangat antiklimaks. Surabaya tak mengail sebuah kepingan medali, karena di partai perebutan perunggu harus tertunduk lesu dibungkam tim anak bawang Kab. Jombang dengan kedudukan 3-2.

Sebuah catatan yang perlu diperhatikan PSSI Surabaya, karena sejak kedatangan di Malang, tim yang ditangani Hally Maura ini telah sesumbar mampu merebut emas. Alih-alih merebut emas, untuk mengais perunggu pun tak mampu. Tak pelak lagi, di babak final para pemain Surabaya hanya terduduk lesu di tribun penonton sembari merenungi nasibnya.

Kegagalan di cabang sepak bola ini pun menempatkan Kontingen Surabaya bak seorang “Raja tak Bermahkota”. Sehingga sang juara umum ini tak seperti juara sejati adalah kegagalan memenuhi target perolehan medali. Kendati menjadi juara umum, target 60 emas yang diusung Surabaya gagal terpenuhi.

Ke depannya target ini harus dievaluasi, seiring dengan semakin meningkatnya pembinaan cabang olahraga di setiap kota dan kabupaten di Jatim. Banyak yang mengatakan beberapa cabang olahraga sudah hampir merata di setiap daerah.

Dengan kondisi ini tentunya sangat kondusif dalam mendukung peningkatan prestasi di Jatim, khususnya untuk mempersiapkan amunisi-amunisi baru di jenjang yang lebih tinggi, ala Pekan Olahraga Nasional (PON). “'Prinsipnya, yang mau membina olahraga dengan baik akan maju. Itu sudah dibuktikan oleh beberapa daerah yang selama ini menjadi daerah minor. Di antaranya, Batu yang ternyata berhasil merebut emas di cabor selam,” tutur Kabid Pembinaan dan Prestasi KONI Jatim Irmantara Subagio.

Jadi siapa yang mau total untuk memajukan pembinaan olahraga di daerahnya masing-masing, maka akan memetik hasilnya di kemudian hari.

Marilah kita tunggu dalam Porprov III/ 2011 mendatang.

Partai Final Catur Membuktikan Kekuatan Merata

oleh Zainn Al-Farisy


TRIBUN, MALANG - Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga (cabor) patut berbangga dengan pelaksanaan Porprov tahun ini. Pasalnya, dengan digelarnya even dua tahunan ini ternyata semangat membina yang dilakukan daerah-daerah di Jawa Timur (Jatim) sungguh luar biasa.

Artinya, dari olahraga olah pikir ini banyak bermunculan atlet-atlet berpotensi bagus. Kemampuan mereka pun tidak kalah dibanding mereka yang selama ini mendominasi percaturan di Jatim. Bahkan, karena kualitas atlet di daerah juga bagus, tidak sedikit mereka yang populer sebelumnya lalu kandas di tengah jalan karena kalah.

Sebut saja, misalnya, Christine Damayanti asal Kota Kediri. Nasib serupa juga dialami Aay Aisyah Anisah dari kontingen Kabupaten Malang. Kehebatan dan nama besar mereka tidak membantu sama sekali. Mereka jeblok dalam upaya mempersembahkan yang terbaik buat daerah yang membesarkannya.

“Peta kekuatan di cabor catur merata. Belum ada satu daerah pun mendominasi perolehan medali. Ini membuktikan bahwa kualitas para atlet menyebar di mana-mana,” jelas Yusuf Satriono, tehnical delegate cabor catur.

Kekalahan Christine dan Aay, menurut Yusuf, bukan karena permainan mereka jelek. Namun, kemampuan lawannya juga seimbang dan bisa mengantisipasi setiap manuver yang dilakukannya. Nasib tak kalah menyesakkan juga dialami Siswiana Devi berasal dari Kota Pasuruan.

Juara kejuaraan antar mahasiswa di Jakarta beberapa waktu lalu itu pun tumbang. Obsesinya memboyong medali emas untuk daerahnya juga kandas. Padahal, dia juga digadang-gadang naik ke podium paling atas sekaligus mempersembahkan medali emas buat Kota Pasuruan.

Dari empat medali emas yang diperebutkan hingga Sabtu (9/10), semuanya dibagi rata. Yakni, milik Sidoarjo, Sampang, Kota Malang, dan Kabupaten Lumajang. Surabaya yang sering menggelar even belum berhasil mengoleksi emas. Daerah ini sangat berharap bisa mencuri satu atau dari empat emas tersisa siang ini (10/10).
Menurut Yusuf, pelaksanaan Porprov II kali ini benar-benar mendapat perhatian lebih serius dari Pengprov Percasi Jatim. Itu terlihat dengan diterjunkannya lima dewan hakim fairplay untuk memantau setiap jalannya pertandingan yang dimungkinkan muncul adanya ‘permainan’.

“Mereka punya ruangan khusus yang steril dari setiap anggota kontingen. Mereka selalu kontrol kemampuan setiap atlet,” katanya.

Tuan Rumah Rebut 2 Emas Circuit Race

oleh Arief Limbat


TRIBUN, MALANG - Tuan rumah Kota malang membuat kejutan dalam partai terakhir cabang balap sepeda Porprov II di depan Balai Kota, Jln Tugu Malang. Dua partai final nomor Circuit Race yang digelar di hari terakhir, Sabtu (10/10), dengan mengejutkan berhasil dikuasai. Dua medali emas pun menambah pundi-pundi Kota Malang lewat Elga Kharisma di kategori puteri dengan catatan waktu 48 menit 39,00 detik, sementara emas putera direbut Aris Putu Yasin dengan catatan waktu 1 jam 9 menit 29 detik.

Sukses kedua pembalap tuan rumah itu sekaligus menggagalkan ambisi tim Surabaya untuk memenuhi target menambah satu keping dari nomor puter. Ini karena para pembalap andalan kota pahlawan itu hanya mampu menambah satu keping perunggu di kategori puteri lewat kaki Yessika Novayanti menyentuh finish diposisi ketiga dengan catatan waktu 52 menit 44 detik. Sedangkan dua pembalap terdepan, Elga Kharisma dan Tri Kurniasari menyentuh finish dengan catatan waktu sama, 48’39” yang menempuh lintasan 30 km.

Pelatih road race Surabaya H.Tarwi mengaku puas dengan hasil ini. Meski sebetulnya hasil ini kurang memuaskan, karena Surabaya ditarget satu emas di kelompok putra. “Dua perunggu yang kami dapat dibagian putri sudah melegakan. Padahal kami memiliki persiapan hanya tujuh bulan,” aku Tarwi.

Nasib apes harus dipetik kelompok putra. Andalan Surabaya M.Saifullah gagal memenuhi target satu emas. Dia sempat mengalami masalah ban dan terjatuh selama balapan berlangsung. Selain itu Satrio Inggil Adi Cahya sempat meninggalkan rombongan hingga 200 m dua lap menjelang finish.

Karena kurang dukungan, dari rekan-rekannya, dia tertangkap rombongan dan gagal masuk 10 besar. Dikelompok putra, Aris Putu Yasin dan Dwi Edi Kurniawan (Malang) berbagi emas dan perak. Keduanya memiliki catatan waktu sama, 1.09’29” yang menempuh lintasan 48 km. Pembalap Kota Mojokerto Jimmy Pranata merebut perunggu dengan catatan waktu sama.

Balapan putra jauh lebih seru, lantaran menyuguhkan persaingan sengit. Sejak bendera flying start dikibarkan, seluruh pembalap langsung melakukan serangan. Silih berganti memimpin rombongan dan Aris Putu bisa berhasil merebut emas. Sedangkan kelompok putri, Tri Kurniasari dan Elga Kharisma langsung meninggalkan rombongan. Keduanya silih berganti memimpin dan tak tersentuh hingga finish.

Hasil ini menempatkan Kota Malang sebagai juara umum balap sepeda. Sebelumnya Malang sudah memiliki empat emas, dari nomor MTB Cross Country Putra, BMX putri, dan road race putra-putri. Total emas yang dimiliki Kota Malang 6 keping, 6 perak dan 3 perunggu.

“Alhamdulillah kami bisa melewati target. Memang di dua nomor road race dan circuit race putra-putri kita tidak pasang target, dan berharap di nomor MTB dan BMX Cross,” terang pelatih sepeda Malang Zainul Siswanto. Namun yang terjadi, dua nomor harapan lepas dan mendapat ganti di nomor road race dan circuit race putra-putri. (rif)

Bola Voli Banyuwangi Putri Kembali Berkibar

oleh Zanun Al-Farizy


TRIBUN, MALANG - Seperti di duga semula, peta kekuatan di cabor bola voli Jatim masih belum bergeser dari daerah-daerah yang sebelumnya selalu mendominasi setiap even. Di tim putri, kemampuan tim putri dari Banyuwanig, kota dan kabupaten Blitar belum tergusur oleh daerah lainnya.

Surabaya yang dalam tiga tahun terakhir moncer setelah munculnya klub bola voli profesional Bank Jatim, ternyata belum banyak membantu. Padahal, banyak pemain binaan Bank Jatim memperkuat kontingen Surabaya. Tapi, kemampuan mereka belum membantu keinginan pengcab PBVSI Surabaya. Hanya medali perunggu yang bisa mereka persembahkan. Sedangkan medali emas dan perak diperebutkan antara Banyuwangi dan Kota Blitar, yang selama ini selalu mendominasi.

Di bagian pria, Surabaya mulai diperhitungkan. Walaupun punya klub sebesar Samator, kemampuan para atlet voli Surabaya baru terangkat sekarang. Justru Sidoarjo yang keteteran. Juara musim lalu itu tersendat. Namun, kemampuan tim voli asal Kota Probolinggo, Lumajang, dan Kediri tetap konsisten.

Pembinaan di daerah-daerah yang begitu bagus membuat persaingan meningkat. Tuban yang sebelumnya tidak diperhitungkan, ternyata pembinaannya juga menjanjikan. Meski kandas di perempatfinal, tapi Tuban sudah membuat kejutan dengan mengalahkan Surabaya di babak awal.

“Jujur, Porprov sangat membantu buat Jatim dari cabang bola voli dalam ruangan. Dari even ini, ada banyak potensi atlet yang terlihat untuk ditingkatkan ke level lebih tinggi lagi,” jelas Masyhudi, mantan pelatih tim PON Jatim.

Menurut Masyhudi, dari segi skilll individu dan tim, plus postur tubuh, semuanya sangat mendukung terciptanya kekuatan besar bagi Jatim kedepannya. Pasalnya, Jatim yang sudah sejak lama dikenal sebagai pusat pembinaan atlet bola voli putra di level nasional akan terus terjaga.

Yang jelas, daerah-daerah di seluruh Jatim bakal terus membina untuk menyiapkan atletnya menyongsong Porprov III 2011 mendatang. “Geliat daerah-daerah di Jatim sudah mulai kelihatan sekarang. Kita patut waspada di Porprov dua tahun lagi,” ungkap Hoslih Abdullah, Sekum KONI Surabaya. –NUN

Win Hendarso Promosikan Hadi Sutjipto

oleh Prima Sp Vardhana


KARIER MG Hadi Sutjipto sebagai birokrat di Pemkab Sidoarjo kian mengkilap. Setelah tiga tahun lebih menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten (Dispendikkab) Sidoarjo, akhir 2005-2009, pria yang akrab dengan para wartawan ini masukdalam gerbong mutasi pejabat yang digulirkan Bupati Sidaorjo Drs. Win Hendrarso, Juma (9/10).

Mantan Kepala Dinas Infokom ini dipercaya Win mengisi jabatan baru sebagai Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo. Sebuah jabatan promosi yang sangat strategis di Pemkab Sidoarjo. Pasalnya keberhasilan sosok Bupati dalam memimpin daerah sangat bergantung pada kapabelitas pejabatnya, bersama pejabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta Asisten Administrasi Umum. Karena itu, tugas tiga pejabat asisten ini merupakan “ujung tombak” dalam membantu Pejabat Bupati dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan perangkat daerah.

Sedangkan fungsi organisasi ketiga pejabat asisten itu dalam Pemkab Sidoarjo adalah Penyusunan kebijakan pemerintahan daerah; Pengkoordinasikan pelaksanaan tugas perangkat daerah; Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah; Pembinaan administrasi dan aparatur pemerintahan daerah; dan Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Jabatan baru yang kini disandang Hadi Sutjipto sebelumnya ditempati oleh Djoko Saptono, yang sudah memasuki masa purnatugas. Sedang kursi Kepala Dispendikkab yang ditinggalkan, dipercayakan Win Hendrarso pada Ir. Agoes Boedi Tjahjono yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Koperasi, UKM, perindustrian, Perdagangan, Energi dan SDM. Dan, kursi yang ditinggalkan Agoes hingga gerbong mutasi bergulir, Jumat (9/10),  dibiarkan kosong. Namun, sebuah sumber yang dekat dengan Win Hendarso memastian kursi Agoes akan dipercayakan pada Ir. Ali Gofar, yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Pasar.

“Jabatan yang dipercayakan Bupati bagi saya adalah tugas dan pengabdian. Namun sebagai seorang manusia jabatan baru apapun adalah sebuah amanah dari masyarakat yang harus saya laksanakan semaksimal diri,” kata Hadi Sutjipto saat dihubungi ponselnya.

Karena itu, dalam waktu 30 hari kerja, pria penggemar sepatu Adidas ini akan menyesuaikan diri pada jabatan barunya. Mengenal dan mendalami tugas-tugas barunya, sehingga ke depannya ia dapat melaksanakan semua tugas pokok dan fungsinya membantu Bupati dengan lancar.

Dalam gerbon mutasi diahir jabatannya ini, Win memutasi 46 personil dari jajaran eselon II hingga IV. Menurut orang nomor satu di kota Delta ini, mutasi kali ini dilakukan sebagai penyegaran jabatan dan juga untuk mengisi kekosongan jabatan karena ditinggal pensiun. "Mutasi ini tidak akan berhenti sampai di sini dan masih berlangsung lagi tahun depan," katanya.

Momen mutasi ini, dikatakan, merupakan regulasi biasa yang dilakukan, khususnya di jajaran birokrasi. Usaha memutasi para pejabat ini dilakukan, karena banyak pejabat yang sudah memasuki masa pensiun. "Pejabat yang memasuki purna tugas itu antaa lain Hariyadi Purwantoro, Djoko Saptono, Sudjarwo dan Slamet Riyadi. Dengan kondisi ini, maka posisi yang ditinggalkan harus segera diisi pejabat baru agar roda pemerintahan tidak komplang ," ujarnya.

Dari penetapan jabatan itu, orang nomor satu di kota delta itu menekankan pada tugas dan fungsi seorang birokrat. Ia berharap, dalam melaksanakan tugasnya, pelayanan publik secara prima harus tetap diutamakan. "Saya meminta agar pejabat harus mempunyai visi yang jelas yakni untuk membangun masyarakat dengan memfokuskan pada konsistensi pelayanan publik," katanya.

Lebih lanjut ia meminta kepada seluruh bawahannya untuk terus dan tetap melakukan inovasi-inovasi. Sebab dengan cara itu, pelayanan publik kepada masyarakat diharapkan bias berjalan secara maksimal. "Apa yang sudah dilakukan oleh pejabat yang lama harus diteruskan oleh pejabat yang baru, dan tidak boleh turun, minimal sama," katanya.

Win juga menegaskan, bahwa penetapan seorang pejabat memerlukan pertimbangan khusus. Ia tak akan memilih pejabat berdasarkan subyektifitas, tapi berdasar pada berbagai aspek, termasuk bagaimana kredebilitasnya, integritasnya maupun profesionalitasnya. "Yang penting bagaimana ia bisa memberikan dedikasinya dan loyalitasnya pada negara dan bangsa," katanya. (vd/nta)

Kamis, 08 Oktober 2009

Dessy Hanya Sumbang Satu Emas Untuk Sidoarjo

oleh Prima Sp Vardhana


TRIBUN, Malang - Atlet panahan asal Kabupaten Sidoarjo Dessy Anggrani hanya mampu menyumbang satu medali emas untuk Kab. Sidoarjo dari nomor Ronde Nasional, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Jawa Timur 2009, Kamis (08/10).
 
Dessy yang turun di tiga nomor, meraih medali emas di jarak 30 meter, sementara di jarak 40 dan 50 meter hanya mampu merebut medali perak. Untuk jarak 30 meter, Dessy mendapat saingan kuat dari pemanah Kota Blitar Aminatus Sholihah karena sama-sama membukukan skor 310.

Namun, setelah dilakukan aduan untuk menentukan juara, Dessy berhasil mengungguli Aminatus. Sementara medali perunggu direbut Triyastika (Surabaya).

Pada jarak 50 meter, Dessy Anggrani mencetak skor 253 dan tertinggal jauh dari pemanah Kabupaten Ponorogo Ariska Dewi yang meraih skor 299. Triyastika kembali harus puas dengan perunggu.

Triyastika baru berhasil meraih emas di jarak 40 meter saat berhasil mengukir skor 292, unggul tipis dari Dessy Anggraini dengan 288. Pemanah Kabupaten Ponorogo Melia Nur Farida meraih perunggu di nomor ini. Sementara itu di kelompok putra, Kota Surabaya kembali menambah satu medali emas melalui Eko Darmawan di jarak 50 meter dengan skor 268. Ia menang tipis atas rekannya Raha Saifudin (267) dan pemanah tuan rumah Agung Setiyono (262).

R. Panjiaji dari Kabupaten Lamongan sukses memenangi perlombaan jarak 40 meter melalui skor tertinggi 305, diikuti Imam Suhaji (Kota Blitar) dengan 302 dan Agung Setiyono dengan 301.

Hasil ketat terjadi di jarak 30 meter, ketika tiga pemanah masing-masing Agung Setiyono, Raha Saifudin dan Yoevanata (Kabupaten Bojonegoro) sama-sama mencatat skor akhir 323.

Setelah melalui babak aduan, pemanah tuan rumah Agung Setiyono berhasil unggul dan merebut emas, sementara perak dan perunggu menjadi milik Raha Saifudin dan Yoevanata. (rim)

Hasil Final Ronde Nasional:
Putri

- Jarak 50 meter: 1. Ariska Dewi (Ponorogo) 299, 2. Dessy Anggrani (Sidoarjo) 253, 3. Triyastika Kurnia (Surabaya) 252
- Jarak 40 meter: 1. Triyastika Kurnia (Surabaya) 292, 2. Dessy Anggrani (Sidoarjo) 288, 3. Melia Nur Farida (Ponorogo) 285
- Jarak 30 meter: 1. Dessy Anggrani (Sidoarjo) 310, 2. Aminatus Sholihah (Kota Blitar) 310, 3. Triyastika Kurnia (Surabaya) 308

Putra

- Jarak 50 meter: 1. Eko Darmawan (Surabaya) 268, 2. Raha Saifudin (Surabaya) 267, 3. Agung Setiyono (Kota Malang) 262
- Jarak 40 meter: 1. R. Panjiaji (Lamongan) 305, 2. Imam Suhaji (Kota Blitar) 302, 3. Agung Setiyono (Kota Malang) 301
- Jarak 30 meter: 1. Agung Setiyono (Kota Malang) 323, 2. Raha Saifudin (Surabaya) 323, 3. Yoevanata (Bojonegoro) 323

Selasa, 06 Oktober 2009

Sidoarjo Raih Emas Pertama

oleh Prima Sp Vardhana

TRIBUN, MALANG - Kontingen Kabupaten Sidoarjo membukukan medali emas pertama. Medali itu disumbangkan atlet Wulansari Romadoni dari nomor Jalan Cepat 10.000 meter putri di venues atletik Stadion Gajayana, Selasa (6/10). Catatan waktu yang dibukukan lajang bertubuh langsing ini 58 menit 56,87 detik.

  Dalam peta persaingan yang berlangsung sejak pagi hari itu, Wulan berhasil mengungguli pesaing terkuatnya Erna dari Sumenep dengan selisih waktu 38,13 detik. Waktu yang dikantongi Wulan adalah 59 menit 35 detik. Medali perunggunya direbut Nurul Hidayati (Kab. Malang) dengan catatan waktu 60 menit 01,37 detik.

  “Saya tidak pernah menargetkan medali dalam setiap penampilan. Saya hanya memotivasi diri untuk tampil maksimal. Jika hari ini saya dapat medali itu merupakan hadiah dari Allah atas penampilan saya,” kata Wulan seusia pengalungan medali.

  Sukses siswi kelas III SMANOR Sidoarjo ini dalam dua kali Porprov ini merupakan prestasinya yang kedua, dan yang pertama di nomor jalan cepat 10.000 meter. Medali emas Porprov yang pertama dicuri saat tampil dalam Porprov I/2007 di Surabaya, gadis berpostur 152cm ini menyumbangkan sekeping emas untuk Sidoarjo dari nomor jalan cepat 5.000 meter dengan catatan waktu 30 menit 23 detik.

  Dengan sukses di Porprov Malang ini, maka ia tinggal mengulang sukses dan mempertahankan emas nomor jalan cepat 5000 meter. “Saya tetap tidak berani janji muluk-muluk untuk tampiul di nomor jalan cepat 5.000 meter, meski catatan waktu terbaik Kejurda merupakan milik saya,” kata gadis yang membukukan catatan waktu 27 menit 58 detik jalan cepat 5.000 meter dalam Kejunas junior.

Sebagai informasi, dalam nomor 10.000 meter jalan cepat ini, putri bungsu dari tiga anak pasangan Mursalim dan Muanah itu, berhadapat dengan 10 atlet lain, dari Sumenep, Jember, Jombang, Magetan, Tulungagung, kab. Malang dan tuan rumah Kotamadya Malang. (rim)